Hukum

Tokoh masyarakat Nisel audensi kepada Kapolres

DUGAAN OTT STAF DINAS PENDIDIKAN NISEL BELUM ADA BARANG BUKTI TRANSAKSI

INDRA GEA | Sabtu, 17 Juni 2017 - 02:18:43 WIB | dibaca: 669 pembaca

foto: Audensi Tokoh Masyarakat kepada Kapolres Nisel

Nias Selatan, Globalnias.com

TERKAIT OTT  YANG  DIDUGA  MELIBATKAN  STAF DINAS PENDIDIKAN  SERTA  KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI 3 SALAWA AHE KABUPATEN NIAS SELATAN BELUM BISA DINAIKAN KE  SIDIK/LIDIK KARENA BELUM MEMILIKI BARANG  BUKTI .

Kapolres Nias Selatan AKBP.Robert K.Aritonang,S.Pd.,SH didampingin oleh Kasat Reskrim AKP.Antony Tarigan, pada audensi  Tokoh Masyarakat Nias Selatan di kantor Polres Nias Selatan, Jumat 16 Juni 2017, pukul 16:30 Wib, dipaparkannya bahwa  staf Dinas Pendidikan (YL) bukan ditangkap melainkan  hanya diamankan selama 24 jam terkait pengembangan penyelidikan. Hasil gelar perkara Jumat sore (16/06) di Polres Nias Selatan yang melibatkan Lintas Sektoral Tim Saber dengan pihak Kejaksaan Nias Selatan bahwa terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT)  tersebut tidak bisa dinaikan menjadi SIDIK/LIDIK karena Barang Bukti berupa hasil transaksi belum terdapat, dan hal ini akan didalami lebih lanjut.

Terkait uang yang disita dari Bendahara Pembangunan Sekolah di tempat tinggalnya di Pelabuhan Lama Telukadalam sebesar Rp. 134 Juta hanya berupa bahan pengembangan penyelidikan bukan barang bukti transaksi. Dan uang itupun akan dikembalikan dengan alasan agar proses pembangunan gedung sekolahnya tidak terhambat.

Mengenai Dana yang ditarik pihak SMP Negeri 3 Salawa Ahe sebanyak 30% atau sebesar  Rp.174 Juta. Pada saat Polres mempertanyakan  kepada bendahara pembangunan sekolah  mengapa dari 174 Juta Rupiah ditanganmu tersisisa hanya  sebesar 134 Juta Rupiah lagi,  dijawabnya telah diserahkannya kepada YL  24 Juta Rupiah dan uang sisa lainnya untuk  biaya keperluan lainnya. Namun mengenai  yang disebut telah diserahkan kepada YL (PPK) tersebut belum diporeleh buktinya hingga gelar perkara dilakukan.

Pada malam Jumat (16 Juni 2017) pukul 19:45 Wib, YL telah dikeluarkan dari pengamanan Polres Nias Selatan karena belum memiliki unsur kekuatan hukum untuk ditahan, dan pengembangan peristiwa ini akan diadalami oleh pihak Polres Nias Selatan lebih lanjut. Begitu juga, pihak sekolah SMP Negeri 3 Salawa  Ahe (Bendahara dan Kepala Sekolah) telah dikeluarkan dari pengamanan Polres Nias Selatan.

Pada kesempatan itu dijelaskan, pada mulanya pihak Tipikor Polres Nias Selatan telah menerima laporan masyarakat dalam hal ini Kepala SMP bahwa didalam penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 untuk biaya pembangunan gedung sekolah ada indikasi potongan sebesar 15% dari jumlah pagu dana.

Mendengar informasi SMP Negeri 3 Salawa Ahe akan menerima Dana di BPDSU sebesar 30% sehingga pihak Saber Pungli Polres Nias Selatan melakukan strategi pengintaian hingga pada pukul 19:00 Wib di Defnas Hall jalan Pramuka Telukdalam.

Pada waktu yang sama di depan Defnas Hall  oleh YL  diduga menerima sesuatu melalui kantongan plastik  warna hitam dengan cara dilempari oleh seseorang, dan pada saat itu mobil Ranjer warna putih yang ditumpangi oleh YL langsung bergegas kabur dari lokasi kejadian. Mengingat Tim Saber Polres Nias Selatan berada di lantai 2 Defnas Hall sehingga sehingga sempat terlambat mengamankan Barang Bukti tersebut . Selang waktu berkisar setengah jam  kemudian atau berkisar pukul 19:30 Wib ternyata mobil yang ditumpangi YL itu telah terparkir di depan Pendopo (rumah dinas Bupati) sementara YL telah berada didalam rumah Dinas Bupati yang kebetulan di tempat itu ada acara Bupati bersama tamunya dari luar daerah.

Ketika itu juga Wakapolres Nias Selatan (RAKHMAN ANTHERO PURBA,SH) bersama sejumlah jajarannya memasuki rumah dinas untuk memanggil YL  dan membawanya ke Polres Nias Selatan.

MENGAPA TOKOH MASYARAKAT NIAS SELATAN AUDENSI kepada KAPOLRES ?

Mendengar polemik terkait dugaan OTT bahwa dalam penangakapan YL dilakukan di rumah dinas Bupati Nias Selatan, sementara Bupati DR.Hilarius Duha,SH.,MH sempoat terganggu ketika sedang melakukan acara dengan tamu dari luar daerah.  Tindakan Saber tersebut dianggap telah melanggar etika diluar standar operasi. Akibatnya berdampak memicu ketersinggungan warga Nias Selatan, ungkap  Hurezame Sarumaha (mantan anggota DPR Nias), Suluizisiwa Wau (mantan anggota DPRD Nias dan Nias Selatan, Adi Duha (mantan anggota DPRD Nias Selatan).

Dan lebih lanjut pada audensi itu, Arisman Zagoto (mantan anggota DPR RI) menyebutkan bahwa hal ini diduga terjadi akibat unsur dorongan dan ditunggangin oleh orang ketiga diluar Polres Nias Selatan.

Dalam pertemuan itu, 10 Tokoh masyarakat Nias selatan tersebut mendorong dan mendukung Polres Nias Selatan untuk menegakan hukum terkait Saber Pungli di Nias Selatan, hanya saja perlu diperhatikan regulasi aturan yang berlaku.

(TIM GLOBALNIAS.COM)











Komentar Via Website : 7
Obat Tumor Neurofibroma Herbal
17 Juni 2017 - 08:59:27 WIB
Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa di ambil dari artikel ini.
Obat Herbal Trikomoniasis
17 Juni 2017 - 13:55:19 WIB
Kereeen banget infonya penuh dengan kreasi dan kreatifitas..
Ace Maxs
17 Juni 2017 - 14:39:44 WIB
sunggguh informasi yang anda bawakan sangat menarik dan bermanfaat, sukses selalu. http://www.fikodominic.blogspot.com/ | http://acemaxscare.com/
Obat Kista Ateroma Herbal
19 Juni 2017 - 09:57:46 WIB
Alhamdulillah, baca artikel ini banyak manfaatnya. https://goo.gl/cFcm1U
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)