Hukum

MASYARAKAT MELAPOR KE POLDASU TERKAIT 6 KASUS YANG BELUM DITUNTASKAN POLRES NIAS SELATAN

INDRA GEA | Sabtu, 22 April 2017 - 01:02:20 WIB | dibaca: 426 pembaca

FOTO: PARA KORBAN DAN WISNU DUHA DI POLDA SUMUT

Medan, Globalnias.com

Terkait 6 Kasus Yang Ditangani Polres Nias Selatan Terkesan Kini Belum Ada Kejelasan Tentang Hasil Penanganan Serius, Masyarakat Merasa Kecewa dan Akhirnya Dilaporkan Di Polda Sumatera Utara.

Wisnu Duha yang juga mantan anggota DPRD Nias Selatan itu kemarin, di Medan, 20 April 2017, beliau menguraikan enam kasus tersebut yakni:

1.       Nomor : STPL/22/VII/2016/SU/Reskrim. Kasus pembakaran kebun jagung secara bersama-sama, dilaporkan oleh Pendidikan Luaha pada Tgl 22 Juli 2016.

2.       Nomor :STPL/33/XI/2016/Reskrim. Kasus pengrusakan, dilaporkan oleh Alisabar Luaha pada Tgl 14 November 2016.

3.       Nomor : STPL/37/XII/2016/Reskrim. Kasus pengancaman, dilaporkan oleh Alisabar Luaha pada Tgl 15 Desember 2016.

4.       Nomor : STPL/243/XII/2016/SU/SPK”B”/Reskrim Nisel. Kasus penganiayaan secara bersama-sama, dilaporkan oleh Huku Foboro Zoromi pada Tgl 30 Desember 2016.

5.       Nomor : STPLP/28/III/2017/SU/SPK”A”/Reskrim Nisel. Kasus penghinaan dan pencemaran nama baik, dilaporkan oleh Juliani Zoromi pada Tgl 01 Maret 2017.

 

Kelima kasus di atas telah diambil keterangan pelapor korban dan para saksi yang mengetahui kejadian. Namun pihak Polres Nias Selatan belum bisa mengambil tindakan hukum yang jelas dan tegas, para pelapor masih bebas berkeliaran bahkan mereka merasa tak bisa disentuh oleh siapa pun. Maka para korban telah melaporkan langsung di Propam Poldasu pada tanggal 12 April 2017 dengan nomor STPL/19/IV/2017/Propam.

Pada tanggal 13 April 2017 sekitar pukul 11.00 kami sudah ketemu dengan Kasubbid Humas Poldasu Bpk AKBP MP Nainggolan. Beliau langsung menelpon pihak Polres Nias Selatan, setelah itu beliau menghimbau kami agar kembali ke Nias Selatan.

Pada tanggal 19 April 2017 sekitar pukul 14.00 secara resmi kami sudah diposisikan oleh Wakapoldasu ke Dit Reskrimum, keterangan kami telah diambil oleh ibu AKBP Juliana Situmorang SH. CN Penyidik Madya 1 Ditreskrim Umum Poldasu. Beliau berjanji bahwa kasus yang kami laporkan segera ditindaklanjuti gelar perkara di Mapoldasu, ujar Wisnu Duha.

Wisnu Duha menambahkan, kasus keenam lebih parah lagi yakni:

Pembunuhan Sozisokhi Luaha alias Ama Yefi Luaha, warga Desa Bawolahusa, Kec. Mazino yang terjadi pada tanggal 02 Januari 2016 di Desa Hili Zalo’otano, Kec. Mazino, Kab. Nias Selatan. Bahkan mengenai kasus ini telah heboh sehingga Wakil Kapoldasu telah ke Nias Selatan setahun yang lalu.

Anehnya, hingga sekarang belum dapat diungkap, sedangkan orang yang diduga inisial SG, juga belum pernah dimintai keterangannya oleh Polres Nias Selatan.

Terkait peristiwa ini, juga pada tanggal 29 Desember 2016, disaat berlangsungnya perdamaian antara Desa Bawolahusa dengan Desa Hili Zalo’otano, Kec. Mazino, Kab. Nias Selatan, dihadapan ribuan masyarakat dan para Muspida yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, Kajari Telukdalam, Komandan Lanal dan yang mewakili Dandim 0213 Nias, Kapolres Nias Selatan telah berjanji bahwa pelaku pembunuhan yang dimaksud di atas akan segera diusut, tapi apa daya hendak dikata harapan selalu terbayang namun realisasinnya seakan tak ada kepastian kapan hukumnya jelas. Hal ini juga kami sudah sampaikan di Poldasu ketika kami diterima oleh ibu AKBP Juliana Situmorang, SH. CN,  ungkap Wisnu Duha.

(Indra Gea)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)