Budaya

SABER PUNGLI NISEL MINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT TERKAIT DUGAAN OTT

Sitoolo Duha | Minggu, 18 Juni 2017 - 22:48:34 WIB | dibaca: 245 pembaca

Foto: Ketua Saber Pungli Nias Selatan Pada Saat Konferensi Pers (18/06)

Nias Selatan,Globalnias.com

Saber Pungli Nias Selatan Meminta Maaf  Jika Telah Melanggar Tradisi Yang Berdampak Pada Ketersinggungan Masyarakat Nias Selatan (Nisel)  Terkait  Penangkapan Oknum Staf Dinas Pendidikan Nias Selatan (YL) di rumah Dinas Bupati.

Pada konferensi Persnya, Minggu (18 Juni 2017), pukul 16:00 Wib, bertempat di Sekretariat Saber Pungli Nias Selatan (Kantor Polres Nias Selatan), Ketua Saber Pungli Nias Selatan yang juga  menjabat Wakil Kapolres Nias Selatan, Kompol Rakhman Anthero Purba,SH menyampaikan, atas nama Saber Pungli Nias Selatan meminta maaf kepada masyarakat Nias Selatan jika telah melakukan pelanggaran tradisi yang mengakibatkan ketersinggungan kepada masyarakat  karena kami telah melakukan penangkapan (mengamankan) seseorang berinisial YL (staf Dinas Pendidikan) di rumah dinas Bupati Nias Selatan (Nisel) pada Kamis 15 Juni 2017, pukul 19:30 Wib.

Rakhman Anthero Purba,SH memaparkan, kami perjelaskan bahwa tempat  dugaan peristiwa Operasi Tangkap Tangan tesebut bukan di rumah dinas Bupati Nias Selatan melainkan di Defnas Hall sekitar pukul 19:00 Wib (15 Juni 2017).

Berhubung karena pada peristiwa di Defnas Hall (jalan Pramuka) Barang Bukti (BB) tidak sempat diamankan petugas karena oknum YL langsung kabur dengan menaiki mobil warna putih, sehingga selang waktu pencarian berkisar setengah jam kemudian, mobil yang dinaiki oleh YL tadi telah terparkir di sekitar lapangan Orurusa (depan rumah dinas Bupati), akhirnya dalam keadaan terpaksa YL yang tengah berada di dalam rumah Dinas Bupati, dengan meminta izin Bupati, YL dipanggil untuk keluar, selanjutnya YL digiring ke Polres Nias Selatan guna diamankan serta dimintai keterangannya.

Ketua Saber Pungli  Rakhman Anthero Purba yang juga turut didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Nias Selatan (AKP.Anthony Tarigan) dan Kompol Marthin Luter Dakhi, Beliau menyebutkan, sesuai hasil gelar perkara yang juga dihadiri Kejaksaan Nias Selatan pada Jumat Sore (16 Juni 2017) disimpulkan  bahwa kasus  dugaan OTT antara Kesek SMP Negeri-3 Salawa Ahe inisial (ES) dengan bendaharanya pada pembangunan RKB DAK Tahun 2017 berinisial (D) belum bisa dinaikan kepenyidikan namun masih tahapan penyelidikan.

(Sitoolo Duha/D.Gowasa)











Komentar Via Website : 4
Ace Maxs
19 Juni 2017 - 13:19:27 WIB
sunggguh informasi yang anda bawakan sangat menarik dan bermanfaat, sukses selalu. http://www.fikodominic.blogspot.com/ | http://acemaxscare.com/
jelly gamat sirup obat
13 Juli 2017 - 15:35:15 WIB
Semoga apa yang aku harapkan selama ini bisa tercapai ? http://jellygamatsirup.blogspot.co.id/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)