Hukum

OKNUM BENDAHARA JADI TERSANGKA AKIBAT DUGAAN KORUPSI

TERSANGKA DANA SERTIFIKASI GURU DI NISEL PASTI DIUPAYAKAN PANGGILAN DI JAKSA

Redaksi | Selasa, 25 Oktober 2016 - 20:04:02 WIB | dibaca: 1482 pembaca

Foto pada saat konfirmasi media online Globalnias.com terhadap Kasi Pidsus Kejari Nias Selatan Ardiansyah,SH.,MH, Selasa, 25 Oktober 2016

Nias Selatan, Globalnias.com

Konfirmasi terhadap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa sore, 25 Oktober 2016, bertempat di ruang kerjanya, Ardiansyah, SH.,MH menjelaskan bahwa mengenai pengembangan  kasus dugaan korupsi  Dana Sertifikasi Guru se- Nias Selatan  pada tahun anggaran 2013 sudah  1 (satu) orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni mantan bendahara Dinas Pendidikan Nias Selatan berinisial MD.

MD ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 11 Oktober 2016 telah memenuhi unsur. Selanjutnya, panggilan terhadap oknum tersangka (MD) sudah dua kali. Panggilan ke -2 untuk datang ke kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan pada tanggal 24 Oktober 2016 (kemarin) namun MD tanpa alasan juga tidak menghadiri panggilan tersebut.

Wawancara media online Globalnias.com:

Ardiansyah, SH mengatakan, terkait kasus dugaan korupsi dana sertifikasi guru itu sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi berkisar 30 orang lebih guru di Nias Selatan, termasuk telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah staf Dinas Pendidikan Nias Selatan.

Ditanya, sudah adakah sprindik penahanan oknum tersangka  MD ?...., jawab Ardiansyah belum ada.  Ditanya, selain oknum tersangka MD masih adakah calon tersangka lainnya ?...., jawab Ardiansyah kita belum bisa memastikan hal itu.  Ditanya, adakah wewenang Kejaksaan melakukan penjemputan paksa terhadap oknum tersangka MD apabila sudah panggilan ketiga ?...., jawab Ardiansyah bahwa penjemputan paksa memang ada kewenangan Jaksa.  Apa upaya selanjutnya terkait tidak hadirnya oknum tersangka  ?...., Kasi Pidsus Ardiansyah menjawab pasti ada upaya selanjutnya.

Kasus indikasi korupsi yang berawal menyalahi mekanisme pencairan uang, yang seharusnya ditransfer langsung ke nomor rekening masing – masing guru namun sebaliknya uang dimaksud ditarik langsung oleh oknum ex bendahara Dinas Pendidikan Nias Selatan (MD), kini mengenai peristiwa dugaan kasus korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan tersebut  telah jadi asumsi publik.

(Globalnias-1)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)